Selasa, 26 Februari 2013

Sekilas tentang kambing Etawa atau PE

Ciri ciri dan informasi mengenai Kambing Etawa (PE)
Jenis Artikel : Budidaya Ternak

         Asal-usul Kambing Etawa

Kambing merupakan hewan ruminansia yang sudah di domestikasi sejak 7000 tahun lalu setelah anjing, kuda &domba.
Kambing berasal dari daerah Asia Barat dan Persia, dan mulai dibudidayakansejak tahhun 7000-8000 SM. Dalam perkembangannya kambing hasil domestikasi ini menyebar ke berbagai pelosok dan beradaptasi menghasilkan nilaifungsional berbeda -  beda yaitu ada yang cocok sebagai kambing pedaging,kambing penghasil susu, diambil bulunya maupun kambing penghasil susu sekaligusdaging.
Dari hasil adaptasi ini muncullah berbagai species dan karakter spesifik diberbagai daerah, hasilnya kambing Etawa dari Jamnapari India, kambing Apin daripegunungan Alpen di Swiss, kambing Saanen dari Swiss, kambing Anglo Nubian dariNubian timur laut Afrika, kambing Beetel dari Rawalpindi  dan Lahore,Pakistan serta di Punjab, India.
Namun demikian dari banyaknya jenis kambing yang ada di dunia kambing Etawadari India adalah yang paling terkenal, hal ini disebabkan karena kambing Etawamerupakan kambing unggul dwiguna yang sangat potensial sebagai penghasil dagingdan susu.
Kambing Etawa, masuk ke Indonesia pertama kali di bawa oleh orang Belandapada tahun 1920-an, orang Belanda tersebut membawa banyak kambing Etawa pertamakali ke Pulau Jawa, tepatnya di Jogyakarta. Kambing ini lebih terkenal sebagaikambing perah / penghasil susu, dimana saat itu kambing ini di sebut dengankambing Benggala / kambing Jamnapari sesuai dengan asalnya di India.
Selanjutnya kambing Etawa ini dikembangbiakkan di daerah perbukitan Menorehsebelah barat Jogyakarta dan di Kaligesing, Purworejo. Seiring denganperjalanan waktu terjadilah perkawinan silang antara kambing Etawa dengankambing lokal, ( seperti kambing Jawarandu atau kambing Kacang,) dan ternyataketurunan yang dihasilkan lebih bagus daripada kambing lokal.
Keturunan hasil persilangan kambing Etawa dengan kambing Jawarandu ataukambing Kacang oleh masyarakat disebut keturunan Etawa atau Peranakan Etawa.Terkenal dengan sebutan  kambing Peranakan Etawa atau kambing  PE.
Daerah Kaligesing di Purworejo, Jawa Tengah hingga saat ini merupakan daerahsentra utama peternakan kambing PE, karena daerah ini berhawa dingin danmemiliki potensi hijauan melimpah sehingga sangat cocok untuk kambing PE, jikamembicarakan kambing PE, sebagian besar masyarakat langsung teringat daerahini, sehingga tidak salah jika kambing PE menjadi trademark daerahKaligesing.
Sebagai kambing unggul dwiguna yang potensial kambing Etawa menyebar dibeberapa negara dan banyak digunakan untuk memperbaiki kualitas kambing lokal,dengan cara mengawinkan kambing Etawa dengan kambing lokal seperti yang ada diKaligesing. Namun hingga tahun 2008, populasi kambing PE terbesar tetap beradadi Indonesia.
Sentra pengembangan kambing PE selain di Kaligesing, adalah di Jogyakarta(Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo) di Jawa Timur (Tulungagung , Blitar,dan Malang), di Jawa Tengah (Pati, Banyumas,  Banjarnegara, Kebumen,Wonosobo dan Jepara) di Jawa Barat (Bogor, Bandung dan Sukabumi) sertaPalembang dan Lampung.
Namun demikian sentra kambing PE terbesar selain Kaligesing adalah Bantuldan Sleman. Kedua sentra ini merupakan penghasil susu kambing yang cukup besar,sekaligus tujuan para peternak dan calon peternak untuk mendapatkan bibitKambing PE.
Berbagai penyebab menyerbarnya kambing PE  ke berbagai daerah adalahkebutuhan masyarakat terhadap susu kambing untuk pengobatan, digunakan sebagaipejantan untuk memperbaiki kualitas kambing lokal pedaging, dan sebagai kambinghias atau kontes yang memiliki nilai jual tinggi.

Nilai Ekonomi
Beternak kambing PE lebih menguntungkan bila dibanding dengan memeliharakambing lokal / domba. Beberapa nilai ekonomis dari berternak kambing PE antaralain :
A. Penghasil susu
Di Indonesia susu kambing dikonsumsi sebagai obat alternatif, bukan sebagaipelengkap gizi. Umumnya, orang mengonsumsi susu ini untuk membantu penyembuhanpenyakit asma, tuberkolosis ( TBC ), eksim, membantu penyehatan kulit, mencegahpenuaan dini dan mencegah osteoporosis.  Pada masa laktasi kambing PEmampu menghasilkan 0,8 - 2,5 liter susu perhari, dengan harga jual antara Rp15.000 - 20.000 per liter. Sebagai gambaran jika seorangpeternak    memelihara 7 - 10 ekor, diperkirakan  yanglaktasi 5 ekor dan rata-rata menghasilkan 1 liter per hari, maka penghasilanpeternak tersebut setiap hari adalah sekitar 5 liter susu dengan hargarata-rata Rp. 15.000 perliter, maka pendapatan peternak tersebut adalah sekitarRp. 75.000 / hari.
B.  Penghasil Daging
Selain menghasilkan susu, kambing PE juga potensial sebagai penghasildaging. Sehingga pejantan kambing PE, banyak digunakan oleh peternak untukmemperbaiki kualitas kambing lokal pedaging. Karena perkawinan silang inimenghasilkan kambing dengan sosok badan lebih besar layaknya kambing PE.
C. Penghasil Pupuk & Kulit
Kotoran kambing PE dapat digunakan sebagai pupuk organik, sedangkan kulitnyakarena mempunyai ukuran yang lebih besar daripada kulit kambing lokal, makakulit kambing PE banyak di cari orang untuk digunakan sebagai bahan kerajinankulit.
D.  Sebagai Sumber Pendapatan
Beternak kambing PE , dapat digunakan sebagai sumber pendapatan alternatifdi pedesaan yang sangat menjanjikan bila ditekuni secara serius, biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan kandang dan biaya perawatan relatif sama bila dibandingkan dengan biaya memelihara kambing lokal.
Sebagai gambaran dalam memelihara kambing PE adalah sebagai berikut :
Seandainya pada awal usaha kita memelihara 5 ekor betina dan 1 ekor kambingpejantan, maka dalam waktu 7 bulan, ternak kita  akan bertambah 5 ekoranak (perhitungannya 1 ekor induk minimal beranak 1 ekor, padahal biasanya 1 ekor induk melahirkan 2 atau 3 ekor anak). Dengan demikiansetiap 8 bulan berikutnya induk akan kembali melahirkan, sementara anakanpertama semakin besar dan mulai bunting.
Dengan gambaran diatas, beternak kambing PE dapat digunakan sebagai sumberpendapatan dari penjualan anakan karena harganya cukup tinggi maupun sebagaipenghasil susu. Disamping itu, bila kita memelihara pejantan kambing PEkualitas (great A), maka penghasilan akan bertambah dari banyaknya peternakyang ingin mengawinkan induknya. (biaya mengawinkan kambing betina denganpejantan unggulan berkisar Rp. 250.000 - 300.000 per kali perkawinan).
Adapun keunggulan lain dari Kambing PE, adalah karena sosok danpenampilannya, membuat kambing ini layak sebagai hewan Kebanggaan. Bahkan pada awal tahun 2000, marak diadakan kontes kambing PE.
Maraknya kontes kambing PE di berbagai daerah, memberi dampak positif pada munculnya beberapa kategori  atau kelas pada kambing PE. Misalnyakelas pejantan, kelas calon pejantan, kelas induk, dan kelas calon induk. Selain itu dengan adanya kontes ini seakan membangkitkan kembali rohpeternakan kambing PE, mengenalkan potensi kambing PE pada masyarakat,meningkatkan pendapatan peternak, meningkatkan minat beternak dan meningkatkankunjungan wisata.
Namun demikian,  disinyalir pada akhir-akhir ini diperkirakan sekitar500 - 1000 ekor per tahun Kambing PE kualitas A, banyak dikirim keluar dariJawa Tengah terutama dikirim ke Malaysia. Dengan adanya upaya-upaya pengirimankambing PE kualitas A keluar Jawa Tengah, akan memberi dampak yang kurang baikbagi kualitas / keturunan kambing PE pada masa yang akan datang. Oleh karenaitu upaya penghentian pengiriman kambing PE kualitas A, perlu segera dilakukandan memberi sanksi yang tegas bagi pelaku. Mengingat Kambing PE merupakanternak asli Jawa Tengah, sehingga  upaya untuk menjaga kelestarian dankemurnian genetik  ternak tersebut menjadi  kewajiban dan tanggungjawab moral kita  bersama.

sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah

Memberdayakan Potensi terpendam masyarakat indonesia

Kumpulan para pemuda yang memiliki misi dan tujuan yang sama untuk kesejahteraan bersama. Kedepannya diharapkan menjadi sumber inspirasi dan wadah pembinaan bagi kelompok ternak lain.

Kebutuhan Kambing dan Domba untuk Qurban

Makna Qurban untuk umat Islam adalah prosesi penyembelihan ternak untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dengan syarat-syarat dan tata cara yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasulullah. Jadi pelaksanaan qurban semata-mata hanya untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri pada Allah SWT, hal ini sesuai dengan dengan firmanNya dalam QS Al-Hajj: 37 yang menyatakan bahwa daging-daging dan darah (hewan Qurban) itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhoan) Allah, tetapi ketaqwaan kamulah yang mencapainya.
Suatu hadits menyatakan bahwa “ Tidak ada satu pun perbuatan manusia yang paling disukai Allah SWT pada Hari Raya Idul Adha selain berqurban”. Sesungguhnya darah yang mengalir itu akan lebih cepat sampai kepada Allah SWT sejak darah itu jatuh di permukaan bumi (HR At-Tirmizi dan Ibnu Majjah). Atas dasar firman dan hadits yang telah disebutkan di atas dapat diprediksi bahwa dengan semakin bertambah umat Islam di Indonesia dan sejalan pula dengan meningkatnya ketaqwaan serta meningkatnya perekonomian umat, maka kebutuhan hewan qurban akan meningkat secara linear atau dapat dikatakan bahwa bahwa peningkatan populasi penduduk yang beragama Islam akan meningkatkan kebutuhan hewan kurban dalam situasi ekonomi yang kondusif.
Sebagai gambaran berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan DKI Jakarta, jumlah pemotongan kambing dan domba (kado) di Jakarta saat Hari Raya Idul Adha 2006 adalah sebanyak 1.721 ekor (domba) dan 40.043 ekor (kambing), di samping itu dipotong pula 5.048 ekor sapi dan 151 ekor kerbau, sedangkan prediksi untuk tahun 2007 adalah 2.000 ekor domba dan 60.000 ekor kambing, 6.000 ekor sapi, dan 200 ekor kerbau . Data tersebut merupakan gambaran kebutuhan hewan qurban yang senantiasa meningkat dari tahun ke tahun, khususnya gambaran untuk daerah pantura, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, sedangkan untuk daerah Jawa Barat ternak yang dijadikan hewan qurban lebih banyak domba dibandingkan kambing. Hal ini terkait dengan kebiasaan dan preferensi umat di daerah masing-masing, namun secara umum jumlah tersebut dapat merepresentasikan jumlah ruminansia kecil (kambing dan domba) yang dipilih sebagai hewan qurban.

Pasaran Ekspor yang menggiurkan
Tiap tahun Arab Saudi meng-order kambing sedikitnya 2,5 juta ekor dari luar negaranya. Tapi sayang, kambing Indonesia baru bisa gigit jari, sementara peternak/pebisnis-nya cuma bisa pasrah. Sementara itu, lepas dari pro-kontra boleh tidaknya ekspor ternak ke Malaysia terkait alasan plasma nutfah, pasar Malaysia menunjukkan besarnya serapan kambing Indonesia di sana.
Kambing asal tanah air beberapa tahun belakangan telah mampu menembus pasar negeri Jiran tersebut. Besarannya, berdasar catatan surat rekomendasi yang dikeluarkan Ditjennak, pada 2004 sekitar 400 ekor, 2005 sebanyak 1.225 ekor, 2006 sebesar 6.220 ekor dan 2007 sebanyak 31.535 ekor dan bertambah dari tahun ke tahun . Peluang pasar ekspor kambing sebenarnya tidaklah semata Arab Saudi dan Malaysia, Brunei Darusalam pun terbuka.

Di Bawah Standar
Selama ini, sebagian besar permintaan kambing Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan hewan qurban saat musim haji. Australia serta China adalah negara-negara yang sejauh ini mampu mengisi dan memanfaatkan kuota tersebut. Paling tidak China mampu memasok 750 ribu ekor kambing ke negeri padang pasir itu. Indonesia? Miris, belum bisa menjamin kontinyuitas. Dan ini dituding sebagai titik lemah oleh pengusaha mitra eksportir. Tak hanya itu, kualitas dan bobot badan ternak kambing asal Indonesia umumnya masih di bawah standar yang ditetapkan oleh pasar luar (minimal 40 kg berat hidup). Contoh nyata adalah Singapura. Singapura tidak mau mengambil kambing Indonesia, dengan beralasan standar ternak kita rendah.

Pasar Domestik
Sementara di pasar ekspor kita cuma bisa “nyengir”, tidak demikian halnya dengan bisnis kambing dalam negeri. Hitungannya, kebutuhan konsumsi daging domba dalam negeri sekitar 5,6 juta ekor tiap tahunnya. Sementara data 2007 yang ada menunjukkan populasi ternak kambing nasional sebesar 14,9 juta ekor. Mengalami tren rata-rata pertumbuhan 4,02 % per-tahun sejak 2003 (12,7 juta ekor). Domba, tidak jauh berbeda, tren rata-rata pertumbuhannya 6,04 % sejak tahun 2003 (7,8 juta ekor) menjadi 9,9 juta ekor pada 2007. Yang menggembirakan, tingkat konsumsi lokal akan daging kambing dari tahun ke tahun meningkat. Ini terjadi di tengah catatan tingkat konsumsi daging secara total justru sedang menurun.
Sumber data statistik Ditjennak 2007 mencatat konsumsi daging per-kapita per-tahun penduduk Indonesia pada 2006 menurun dari 5,18 kg pada 2005 menjadi 4,13 kg. Ditjennak mencatat, pada 2006 konsumsi daging kambing dan domba berkontribusi sebesar 41,93 % (0,26 kg) terhadap total konsumsi daging ruminansia yang nilainya 15,01 % dari konsumsi daging secara keseluruhan (0,62 kg). Angka ini mengalami kenaikan sebesar 160 % dibandingkan kontribusi pada 2005 yang nilainya hanya 17,54 % (0,1 kg). Itu artinya, kambing dan domba (kado) satu-satunya komoditas ternak dengan permintaan tinggi.

salam sukses ; zainal

Kamis, 21 Februari 2013

Perkembangan kambing pakan fermentasi

Perkembangan ternak kambing saya setelah satu bulan menggunakan metode fermentasi dengan menggunakan limbah-limbah pertanian yang pada umumnya sering di telantarkan bahkan di buang sayang oleh masyarakat.Dengan metode ini saya sudah tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mencari rumput sebagai pakan trnak.Karna sebetulnya di sekitar kita begitu banyak potensi atau media lain yang bisa di gunakan sebagai pengganti rumput.
Kita bisa menggunakan jerami,kulit jagung,dedaunan kering bahkan bisa juga menggunakan gedebog pisang sebagai alternatife pakan kambing.
Alhamdulillah setelah satu bulan,berat badan ternak kambing saya bertambah begitu signifikan,rata-rata / ekor kambing bertambah 17kg
Dan untuk pemberian pakan cukup dengan 10% dari berat badan kambing.
mudah,murah serta efisien tentunya..hehe
bagi yang butuh cara pembuatan pakan,kandang dll,jangan ragu untuk bertanya kepada saya.
indahnya berbagi.hehe

Rabu, 20 Februari 2013

Metode Penggemukan Kambing Dan kriteria Bibit

PENGGEMUKAN KAMBING :
Ini adalah peluang bagi kita untuk menggeluti bisnis peternakan ini, terutama PENGGEMUKAN KAMBING GIBAS secara lebih Proffesional karena mempunyai potensi yang cukup besar asalkan dikelola dengan serius disertai dengan PENGUASAAN ILMU PENGETAHUAN yang cukup untuk beberapa hal yang berkaitan dengan Bisnis PENGGEMUKAN KAMBING GIBAS ini. Tentu kita harus Rajin mencari Inovasi-inovasi baru tentang Methode Penggemukan Kambing Gibas melalui berbagai macam sumber, terutama dari Pelatihan-pelatihan yang mungkin diselenggarakan oleh Dinas Terkait, atau Perusahaan-perusahaan yang PEDULI dengan hal ini.
Salah satunya adalah PT. HIDUP CERAH SEJAHTERA (HCS) yang berkantor pusat di Kota Sidoarjo, seringkali mengadakan PELATIHAN dengan maksud agar para Petani/ Peternak benar-benar dapat menikmati hasil yang maksimal.
PT. HCS dengan VISInya untuk Bersama-sama Sukses, dengan Cita-cita dan Harapan, serta Cahaya bagi kita untuk menuju ke Kehidupan yang lebih baik dan Sentosa.
Dengan MISI :
Ø Memberikan Kesadaran untuk menjadi SDM yang Profesional dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Ø Mencerdaskan dan meningkatkan Perekonomian Bangsa
Ø Membentuk Etos Kewirausahaan.
Ø Membantu masyarakat untuk menemukan POTENSI USAHA di Lingkungan sendiri.
Dan memang telah banyak berkiprah untuk menjadikan Peternak benar-benar menikmati hasil secara maksimal melalui PELATIHAN-PELATIHAN yang sering diadakan dengan tehnik-tehnik terbaru untuk meningkatkan Hasil dengan lebih Cepat TANPA MENGGUNAKAN BAHAN KIMIA
Tehnik yang digunakan tergolong masing sangat jarang digunakan di Kalangan Peternak, karena tergolong Cara Baru yang akan menghasilkan simbiosis mutualis antara PETERNAKAN, PERTANIAN DAN PERIKANAN dengan menghindarkan kebiasaan serta ketergantungan terhadap pertisida dan lain-lain yang justru akan sangat merugikan dalam jangka waktu panjang.
Tehnik penggemukan yang dikembangkan oleh PT. HCS, memang harus melalui beberapa tahapan yang harus ditempuh oleh PETERNAK agar dapat mengaplikasikan secara cermat untuk hasil maksimal
Dan penggunaaan SOC (Suplemen Organik Cair) mutlak diperlukan untuk setiap langkah-langkah aplikasi agar hasil bisa maksimal.
SOC sendiri adalah Nutrisi Bio Organic yang dikembangkan oleh PT HCS untuk mendukung terwujudnya PROGRAM PETERNAK MILYARDER tersebut.
Sedangkan manfaat SOC untuk hewan ternak adalah :
1.  Menyehatkan ternak.
2.  Mengurangi biaya produksi dan pemeliharaan
3.  Mengurangi stress dan menambah daya tahan terhadap penyakit
4.  Meningkatkan Antibodi pada ternak
5.  Menyeimbangkan microorganisme di dalam rumen hewan dan meningkatkan nafsu makan
6.  Mempercepat pertumbuhan ternak
7.  Meningkatkan kesuburan dan meningkatkan produksi daging
8.  Mengurangi angka kematian pada anak Ayam
9.  Mempertinggi kwalitas pada telur
LANGKAH-LANGKAH YANG DIBUTUHKAN :
PEMBUATAN KANDANG.
Model Kandang yang dikembangkan “HCS CLUB SUKSES” memang agak berbeda dengan kandang pada umumnya, terutama pada cara memberi makan dan penampungan kotoran.
Design Kandang dibuat sedemikian rupa agar pada saat makan posisi tubuh Kambing benar-benar dalam posisi yang baik, karena akan berpengaruh pada proses metabolisme.
Penampungan kotoran juga di design khusus agar kotoran yang dihasilkan bisa dengan mudah dibersihkan untuk dikumpulkan agar bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organic yang tentu sangat bermanfaat untuk mengganti pupuk-pupuk kimia yang secara jangka panjang akan sangat merugikan para Petani maupun merugikan Lingkungan, karena pemakaian pupuk kimia akan merusak struktur tanah yang akan berpengaruh pada kesuburan tanah itu sendiri dan membahayakan Lingkungan secara umum. Dengan menggunakan pupuk organic yang baik disertai pengetahuan yang cukup untuk mengaplikasikan, tentu akan sangat berdampak pada ekosistem, mikroba maupun lingkungan hidup secara umum.
Oleh karena itu dengan adanya pola PENGGEMUKAN KAMBING methode terbaru ini akan berdampak positif di bidang Pertanian.
Untuk ukuran kandang yang paling ideal adalah 3 meter x 1,5 meter untuk 10 ekor kambing, karena jenis Kambing Gibas adalah Jenis Kambing kelompok, maka ukuran yang terlalu lebar hanya akan memboroskan ruangan, sekaligus akan banyak kalori dalam tubuh ternak/kambing yang terbuang sia-sia karena berlarian kesana-kemari
Dalam gambar ini jarak antara tanah dan alas kandang kurang tinggi. Sebaiknya  50 cm- 100 cm. Lihat gambar di atas.
PEMILIHAN BIBIT.
Pada saat memilih bibit memang harus berhati-hati dan teliti, karena kesalahan dalam pemilihan bibit akan berpengaruh pada hasil akhir yang bisa dinikmati oleh Peternak.
Bakalan kambing jantan muda lebih cocok untuk digemukan daripada kambing betina, sebab pertambahan berat badan kambing jantan lebih tinggi. Disamping itu, kambing betina masih diperlukan untuk perkembangbiakan anak. Kambing paling responsif terhadap pakan sejak masa lepas sapi, yaitu saat berumur 7 – 8 bulan sampai ternak mengalami dewasa kelamin atau berumur 10 – 12 bulan.
Karakteristik kambing bakalan yang baik Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih agar benar-benar men-dapatkan sesuai yang diharapkan. Adapun Kriteria yang harus diperhatikan adalah sbb:
1. Mata (pilih mata yang bening, mata bersinar cerah, tajam, bukan yang kemerahan)
2. Mulut (pilih yang bersih dan tidak berlendir)
3. Tulang belakang (bentuk yang lurus, tidak melengkung ke bawah)
4.  Wilayah dada (bentuknya agak menonjol)
5. Ekor (bentuk yang melebar, bukan yang berbentuk seperti cambuk) serta bulunya halus dan mengilap,
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan untuk yang ekornya berbentuk cambuk, hasilnya tidak bisa maksimal, kecepatan pembentukan daging terlalu lamban.
Sedangkan untuk yang ekor gemuk (EG) telah dirasakan oleh beberapa peternak, bahwa hasilnya lebih maksimal dan target penggemukan selama 3 bulan bisa terwujud.
Perlu diperhatikan bahwa untuk pemilihan Bibit, usia kambing harus sudah mencapai 4 bulan, dengan pertimbangan bahwa mulai usia 4 bulan, tubuh kambing telah berkonsentrasi pada pembentukan daging, sehingga akan lebih mudah digemukkan. Jika usia kambing masih di bawah 4 tahun, tubuh kambing masih dala proses pembentukan tulang, sehingga untuk digemukkan akan memakan waktu yang lebih lama, dan tentu akan mempengaruhi perputaran modal yang telah kita keluarkan dan biaya pakan perhari akan makin membengkak
Terlalu lama memelihara akan berakibat pada PERPUTARAN MODAL YANG KURANG CEPAT, Cost Operasional akan semakin tinggi, dan mempengaruhi PROFIT AKAN KITA TERIMA.
PEMBUATAN PMT (Pengganti Makanan Ternak).
Ada beberapa jenis bahan dasar untuk pembuatan pakan yang bisa dipilih, disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Jika di lingkungan banyak terdapat jerami, maka sebagai bahan dasar makanan, bisa menggunakan jerami. Dan Jerami yang sangat bagus nilai Gizinya adalah Jerami kangkung. Untuk jerami padi memang cukup bagus, walaupun Nilai Gizinya tak sebanyak Jerami kangkung, dan perlu sedikit berhati-hati untuk jerami padi ini, karena ada beberapa bagian yang akan berefek merusah rumen ternak. Jika itu terjadi, ternak akan nampak membuncit pada bagian perutnya saja
Adapun beberapa jenis bahan yang bisa dipakai untuk bahan dasar pembuatan makanan kambing tersebut, antara lain :
·      Jerami, dari tanaman pertanian (padi, jagung, tebu, kangkung, kedelai dll)
·      Kulit umbi-umbian (Kulit singkong, ubi jalar dll)
·      Kulit kacang-kacangan (kulit kacang tanah, kulit kopi dll).
·      Sayur-sayuran (untuk menekan biaya, bisa menggunakan sisa-sisa sayur dari pasar, dengan pola fermentasi basah)
·      Daun-daunan, baik yang masih basah maupun yang telah kering
Terlebih dahulu bahan dasar harus difermentasi sebelum diberikan pada kambing. Waktu yang dibutuhkan berbeda beda antara bahan dasar yang satu dengan yang lain.
Untuk jenis-jenis bahan kering, proses fermentasi menggunakan SOC membutuhkan waktu minimal 24 jam, sedangkan untuk jenis-jenis basah (daun basah/hijau) hanya membutuhkan waktu minimal 3 jam dan telah siap diberikan pada Kambing.
PEMELIHARAAN KESEHATAN
Untuk memelihara Kesehatan Ternak Kambing dengan metode ini cenderung lebih mudah, karena PMT yang dimakan setiap hari, telah memenuhi standart kecukupan GIZI atau gampangnya istilah “Empat sehat lima sempurna, tentu Kambing lebih tahan terhadap serangan penyakit, namun jika ternyata tetap ada yang terserang penyakit, maka kita memang harus segera mengambil langkah-langkah penyembuhan.

Daftar Produk,Harga Dan kalkulasi hasil Peternakan Kambing

Gambaran Penghasilan Dari Satu Ekor Kambing

Satu ekor Kambing Gibas ekor besar , berat + 20Kg ( usia + 6 bl )
Waktu Pemeliharaan 3 bulan
Pakan Bikin Sendiri Bahan Dasar Jerami /Daun Kering/ Debog pisang dll.
Penambahan Per 6 hari : 2.5Kg – 3 Kg
Berarti Modal yang dibutuhkan :
Satu Ekor Kambing Gibas 20 Kg. Rp. 650.000,- + Biaya Pakan 3 bulan Rp. 150.000,-
Total: Rp. 800.000,-
Misalkan Per 6 hari Tambah 2.5Kg , Maka
2.5Kg x 15 ( 90 hari : 6 ) = 37.5Kg
Berarti 37.5Kg + 20 Kg = 57.5 Kg
Bila Harga Kambing Per Kg = Rp. 30.000,-
Maka 57.5 Kg x Rp. 30.000,- = Rp.1.725,000-
Dikurangi Modal Rp. 800.000,-
Keuntungan = Rp. 925.000,-
Dengan Keuntungan seperti diatas dapat di rencanakan Dalam 3 th :
SATU KAMBING DAPAT MENJADI SATU MILYAR
Dengan prinsip 1 kambing 3 bl jadi 2 :
1 kambing 3 bl dijual = Rp. 1.725.000,-
Dibelikan lagi 2 ekor kambing @Rp. 650.000,- x 2 = Rp. 1.300.000,-
Biaya Pakan 2 x 150.000 = Rp. 300.000,- *
Total = Rp. 1.600.000,-
Berarti Rp. 1.725.000,- dikurangi Rp. 1.600.000,- = Rp. 125.000,-
Jadi 1 ekor kambing dalam 3 bl menjadi 2 ekor masih punya sisa Rp.125.000,-
Kalau 1 ekor kambing ada laba 1 ekor kambing + uang Rp. 125.000,-
Maka dalam 3 tahun Perhitungannya seperti ini : ( mulai dari memelihara 1 kambing waktu per 3 bulan)
1. 1 ekor Rp. 125.000,- rata-rata/bln : Rp. 41.000,-
2. 2 ekor Rp. 250.000,- rata-rata/bln. : Rp. 83.000,-
3. 4 ekor Rp. 500.000,- rata-rata/bln. : Rp. 160.000,-
4. 8 ekor Rp. 1.000.000,- rata-rata/bln. : Rp. 333.000,-
5. 16 ekor Rp. 2.000.000,- rata-rata/bln. : Rp. 666.000,-
6. 32 ekor Rp. 4.000.000,- rata-rata/bln : Rp. 1.333.000,-
7. 64 ekor Rp. 8.000.000,- rata-rata/bln : Rp. 2.666.000,-
8. 128 ekor Rp. 16.000.000,- rata-rata/bln : Rp. 5.333.000,-
9. 256 ekor Rp. 32.000.000,- rata-rata/bln : Rp. 10.666.000,-
10. 512 ekor Rp. 64.000.000,- rata-rata/bln : Rp. 21.000.000,-
11. 1024 ekor Rp. 128.000.000,- rata-rata/bln : Rp. 42.666.000,-
12. 2028 ekor Rp. 256.000.000,- rata-rata/bln : Rp. 85.333.000,-
Dari 2.028 ekor kambing Di piara yang 1.028 ekor dan dijual yang 1.000 ekor
dengan harga : 1 kambing : Rp. 1.000.000,-
Maka 1 ekor Kambing dalam 3 tahun menjadi :
Rp. 1.000.000 x 1.000 = Rp. 1.000.000.000,-
Dan kita masih punya 1.000 ekor untuk beternak selanjutnya
Kita bisa mengukur kemampuan masing - masing tidak harus persis dengan ilustrasi di atas..
Artinya andai kita tidak bisa mencapai keberhasilan 100% , ....

25% aja udah bagus !

berarti 3 tahun kita bisa meraih

25% x Rp. 1.000.000.000,- = Rp. 250.000.000,-
Dan kita akan mendapat kemudahan cara mengelola ternak karena kita tetap bisa ikuti pelatihan dan bisa menanyakan kesulitan yang kita hadapi hingga kita mahir...
Dan bagi yang ingin mengembangkan usaha ternak LELE bisa menggunakan kotoran kambing ( srinthil ) untuk di jadikan pakan lele sehingga masalah PAKAN LELE yang sangat mahal tidak usah kita beli, Tapi hasil lebih bagus... LELE ORGANIK ... OK Kan ?


DAFTAR PILIHAN PAKET PRODUK HCS
nb : ongkos kirim menyesuaikan tempat tujuan :)

No
Nama Paket
Nama Produk
Jml
Harga Paket
Luar Jawa
1
PAKET I
SOC

5
600
700.00
2
PAKET II
SOT
SOC
2
4
600.000
700.000
3
PAKET III
Morinda tea
Bio power
SOC
SOT
1
1
3
1
600.000
700.000
4
PAKET IV
Herbitol
SOC
SOT
2
2
2
620.000
720.000
5
PAKET V
Curcuma
SOC
SOT
2
2
1
620.000
720.000
6
PAKET VI
Herbanoni
SOC
SOT
1
2
3
620.000
720.000
7
PAKET VII
SOT
Herba uric
SOC
1
1
3
600.000
700.000
8
PAKET VIII
SOT
8
600.000
700.000
9
PAKET IX
SOC
SOT
Graviola
3
1
1
600.000
700.000
10
PAKET X
SOC
5
600.000
700.000
11
PAKET XI
SOC
SOT
HCS bio power
3
1
2
600.000
700.000
12
PAKET XII
SOC
PHEFOC
4
2
600.000
700.000
13
PAKET XIII
SOC
Bio Moringa
HCS Bio Power
3
1
1
620.000
720.000
14
PAKET XIV
Herba noni
Herbagrlic
SOC
1
1
3
620.000
720.000
15
PKT PROMO I
SOC
SOT
10
12
990.000
1.090.000
16
PKT PROMO II
SOC
SOT
PHEFOC
10
8
4
990.000
1.090.000
17
PKT PROMO III
SOC
SOT
PHEFOC
10
6
6
990.000
1.090.000
18
PKT PROMO IV
SOC
SOT
17
1
990.000
1.090.000
19
PKT PROMO V
SOT
PHEFOC
18
10
990.000
1.090.000
20
PKT PROMO VI
SOC
PHEFOC
10
12
990.000
1.090.000